: [sma1madiun_81] Manciiiiiiiiiiiiiiiiiiiing nih ye
Wah memang surprise banget – paling ora kanggo awakku
dhewe – setiap moco tulisane engkoh Rudi. Untung aku
wis ketemu sama beliaunya ini, dadi ora susah
mbayangke wonge koyo opo. Jadi cuma ngalir aja,
ngikuti alur ceritanya. Yen ono konco2 sing rodo
kangelan ngikuti alur ceritanya, tipsku ngene : ikuti
aja ceritanya koyo yen awake dewe esuk2 nompo koran
terus pengin nggoleki berita sing lagi hot dengan
pikiran terbuka lan keingin tahuan yang besar, pasti
deh iso ngikuti cerita koh Rudi ini. Memang kadang2
lompat tapi masih bisa diikuti kok alur ceritanya.
Mungkin konco2 yen maca lewat hape rodo kangelan,
soale okeh ...... lan ha.. hi..hi ne. Pada kalau dia
lagi nulis itu sambil memerankan ceitanya pasti
leptopnya kalau diambil orang dia nggak tahu, ya nggak
koh? dadi ceritone iso malah nambah, nggak cuma (or
nyaris) kelangan jam tangan seiko, cincin kawin ,
dompet, panther lan liyo-liyane.......
Aku kenal koh Rudi ini wiwit jaman smp2 mbiyen dan
kebetulan aku masih nyimpan beberapa lembar foto sama
dia disaat itu, tapi sing ora enak yen mbukak album
memori iku mesti sing ditakoke : sopo iki? Sambil
nunjuk seorang anak yang badannya angklung2, duwur
dewe diantara kita2 yang pendekar ini.... eh
nggak/belum pakai kar waktu itu ya.. Termasuk anakku,
takone dudu : ayah mana tapi siapa ini? Makanya aku
nggak gampang lali karo engkoh satu ini, meski sejak
lulus sma baru terkoneksi lagi tahun 2008. Namanya
Rudi Susanto Raharjo, yen ngaggo bahasane Jacky Chan,
berarti she nya : Tan, ya nggak koh? Tapi mbuh jenenge
deke dewe........Ibuku, yang saat ini berumur hampir
73 tahun dan tinggal di Madiun sana, adalah penggemar
berat si Jacky Chan alias Chen Lung ini, semua
ceritanya hampir sudah ditonton dan berulang. Kalau
lagi main/filmnya disiarin di tv pasti ditongkrongi
sampai tamat, biarpun sampai malam. Wah arep
ngomentari koh Rudi kok malah cerito dewe to..........
Maca tulisane koh Rudi, okeh sing iso menjawab
keingintahuanku tentang dunia lain, dudu dunia gaib
lho .... mungkin tepatnya komunitas......yo. Mulai
pakdenya yang pegawai negeri yang mbantu Adhi Karya
(saiki BUMN Karya klas kakap) di proyek jembatan
Mangunharjo lan kenal baik dengan BK sampai ketemu
orang nomer satu BIN dll .... dll ...
Memang orangnya cupu, tapi kalau lihat tulisan bin
komentarnya ttg segala macam (mulai mulan jameelah,
busway+shinkasen, njagal pitik 30000/hari, koleksinya,
sekolah gratis di papua, kalung biofir gne yang
membawanya ke disneylan, tarif iklan di tv dll ...
dll) kelihatan jauh dari cupu, range data bin
informasinya sangat luas. Dengan inner beautynya –
pengakuan sepihaknya lho – nggak kalah she Tan ini
sama Antonio Banderas apalagi Sinyo Banbekas, ... ya
nggak koh?
Inilah salah satunya – mungkin- yang menyebabkan aku
bersyukur kita dapat terkoneksi kembali setelah sekian
lama tersebar nggak ketahuan rimbanya. Jadi alangkah
luasnya perjalanan dan pengalaman hidup yang bisa kita
sharingkan di media maya ini.
Komunitas kita - lapan satu tentunya - pada khusunya
atau komunitas kota madiun pada umumnya memang
menimbun banyak cerita. Lihat baru dari dua orang :
Dhody dan Rudy saja yang tulisannya panjaaaaaaaaang
kita sudah dapat 50 halaman cerita spasi satu! belum
kalau Andiem (tentang melanglangbuana 5 benua),
Tjandra+Nunuk+dll (tentang proses jadi doktor),
Andi+Edi P(cerita apa ya yang bisa dibagi, siapa yang
nggak kenal pertamina?), Cak Beno (mengitari seluruh
pelosok ina), Didik Jambul (tentang ”dunia hitamnya”),
Cak Triono (kemana aja nih?, tentang dunia perbankan
kita), Cak Edi yang di makasar sana dll .... dll
....Biarkan semua kata2 itu mengalir, bercerita
tentang masa lalu dan cita2 masa depan komunitas kita,
biarkan semua jadi torehan sejarah ....... yang nggak
kalah sama tetraloginya laskar pelangi ..... ya nggak
Dod?.
Ngomong2 masa lalu, betapa kayanya komunitas kita ini
kalau teman2 eks pabrik gula, eks pangkalan maospati,
eks kereta api atau yang lain2 mau berbagi cerita
memori mereka pada saat itu dilingkungan
pabrik/pangkalan/kereta api, didunia maya ini. Siapa
tahu setelah itu buku Lapan Satu, the true story bisa
segera diterbitkan. Dengan penulis : ya kita semua
ini, komunitas sma1madiun_81, opo nggak keren?
Sory, buat semua konco2 yang lagi ngintip email ini.
Tulisan ini sengaja dipanjang2in untuk mencoba
mengalahkan tulisannya koh Rudy ......... Yen ketoke
durung dowo tak tambahi aja sama tulisan ini :
Sungguh, tekad yang dulu dipatrikan telah
Menengarai setiap jejak kemana melangkah
Antarkan satu persatu dengan semangat tiada berubah
Setapak, selangkah sampai seribu jarak
Antusiasme itu tetap menggelegak
Tanpa tanda-tanda terkikis putaran waktu
Untuk mencapai tekad yang satu itu
Mimpi itu telah mengawali
Ambisi pribadi terlarut mewarnai
Degupan didada pompakan dari hari ke hari
Inginkan semua tercapai, perlahan tapi pasti
Untuk mencapai titik-titik waktu dalam goresan tali
Noktah pelangi perjalanan hidup ini
Derai tawa menghanyutkan semua keletihan tersisa
Emosipun kian tertata, mengiringi kerut dimuka
Luapan semangat, ini yang tidak berubah
Aku, kamu, kita dimana saja
Pastikan tangan ini selalu terjulur mesra
Antarkan mimpi-mimpi yang telah menjadi nyata
Nuju akhir cerita bahagia kita bersama
Sungguh, tekad itu telah perbaharui diri
Antusiasmepun tergoda untuk membayangi
Tanpa batasan ruang dan waktu lagi
Untukmu sma1madiun_81
(untukmu sma1madiun_81 bagian ke dua)
Kalau saya ndaftar ke bagian nomor berapa mbak Sita?
Salam lapan satu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar