Sejak cak Triono TK…. (dulunya sih Triono Min)… memunculkan lagi istilah ; .. save energy… high voltage family…. maszardhie dll … aku mula memutar kembali rekaman memoriku…. terutama seputar angkatan 81 sma 1 madiun.
Aku kenal Triono Min .. jauh sebelum masuk sma 1, meski smp kita beda…. Karena kakaknya (mas Agus) kebetulan teman akrab masku sehingga aku sering diajak main ke jalan Thamrin … untuk main pingpong sama beliau ini.
Ndilalah di sma 1 kita masuk dalam kelas yang sama … 1D .. sebelum penjurusan … jadi makin tahu aja kelakuan beliau ini, karena duduknya sebangku … termasuk kesenangannya untuk guyon. Yang teringat jelas adalah kena marah ibu Marsimah (?) guru biologi… karena dia ngajak guyon pas pelajaran beliau ini…. Sampai kejedug jendela kelas ….. siangnya terpaksa kita kerumah bu guru ini untuk minta maaf, karena takut nggak bisa masuk ipa gara2 itu. Selain itu dia minta dibikinin tanda tangan …. Yang katanya masih dipakainya sampai sekarang …. Aku dewe wis lali babarblas…
Komunitasku di sma mulai terbentuk.. terutama karena ketemu orang2 yang memiliki kesamaan dalam menikmati alam di masa2 abg…. Wah jadul belum kenal istilah abg to … seperti jalan2 (dalam arti sebenarnya), sepedaan jarak jauh (aku nggak aktif disini) baca puisi/novel/komik/cerita silat (terutama Api di Bukit Menoreh nya SH Mintardja) dan seni lainnya. Aku mulai akrab dengan Daniel “Tengil” Agung Samudra, Triloka, Herdian Anang Buana, Herdianto “Nga”, Tri Sunu, Krisnadi “Dimix” Wirawan, Subekti Yuliananda, Agus “Marni” Budi, Ronny, Ari “Mastok” Sapto, Bambang “Gentolet”………………. …. dll
Karena waktu itu juga lagi ngetopnya novelis keluarga Massardi – Yudhistira AN (Arjuna Mencari Cinta dll) dan Noorca Marendra, sebagai penggemarnya kalau nulis2 aku gunakan nama “didik lazuardi mazardhie” .. makanya cak Min masih ngundang aku pakai nama itu ….. makasih cak isih eling. Sekarang yang kupakai tanda tangan adalah ujung nama itu….
Pergaulan komunitas yang lintas kelas itu menyebakan banyak teman dan tahu nama2 angkatan 81 (kayak para aktivis milis ini misalnya)…. tapi hampir nggak “kenal” sama kaum hawanya … seingatku, saat itu kita belum begitu butuh pergaulan dengan namanya “wedokan” nggak tahu kenapa? …. yang jelas kita masih asyik dengan diri kita sendiri aja….. ceillah. Yang mulai ngebet sama cewek cuma Daniel (sama adik kelas, anak tentara – mungkin seleranya anak tentara kali karena ojob nya sekarang anak tentara juga), Loka (sama anak Cokro yang kos depan rumahnya) dan Ronny ( anak sore- sama adik kelas berambut panjang)….. Kemudian bergabung dengan genk kita cewek2 adik kelas, karena adiknya Dimix, Atiek ngajak teman2nya untuk mengikuti beberapa kegiatan kita…
Soal genk ini kita sempat gonta-ganti nama …. Masih dalam taraf golek identitas kale….Kalau nggak salah pertama pake nama Moomba (inspirasi dari Radio Australia, lali opo maksude?) terus apa gitu… terus terakhir pake nama Unkale (ini singkatan, tapi lali kepanjangannya) sing ingat plesetanne Dimix : unthuk-unthuk kaliren atau busa-busa kelaparan ……. Di genk ini aku sempat teraniaya, karena dijadikan ketua setelah kumpul2 dirumah adik kelas (lali jenenge?).
Perjalanan menikamti alam kalau nggak lupa kita mulai dari kemping di Ngebel, jalan kaki ke hutan Saradan, jalan kaki ke Solo (nginep di daerah Kleco, saudaranya M Kunhariadi (?) – jl pendowo), jalan kaki ke Yogya (nginep di rumah kakaknya Mastok). Jalan kaki ini rutenya selalu lewat Magetan-Sarangan-Tawangmangu dan kalau nggak salah sempat mampir ke rumah Heri Bustul di Plaosan. Ada kesan yang belum hilang sampai saat ini adalah waktu jalan2 lewat daerah Kartasura kita ditolong seorang bapak yang kita nggak kenal dan diajak mampir kerumahnya terus dijamu makan sekenyangnya. Aku ingat karena kalau mondar-mandir ke Semarang aku lewat daerah itu tapi lali rumahnya yang mana tapi ingat kebaikkannya itu. Semoga mendapat kebaikan yang setimpal …….
Selain itu kita pernah ikut Giri Wana Rally G Lawu I- 9 maret 1980 ……. Kita ngumpul di villanya Ateng di Sarangan. Fotonya sih ada tapi nggak cetho, sing ketok jelas mung Anang, Dimix dan Aku dewe, empat orang lainnya nggak jelas sopo wae. Hari Seninnya mlebu sekolah di 2P5 (?, kelase ngisor cedak parkir) awakku rodo mriang lan sirah mumet karena selama di G Lawu kudanan terus, aku digodani terus karo Tri “Mbahe” Harjanto …… karena emosi deweke tak idoni ….. terus ribut, aku dibelani Nanto dll. Aku dewe yo kewanen… cak cilik kok ya wani2 to …. he …. he. Sori ya mbah!
Puncak jalan2 adalah ikut Gerak Jalan Mojokerto-Suroboyo (tanggale ora kelingan), latihane meh ben malem minggu mlaku2 ke Maospati, Ngawi, Magetan …. Wah memang kurang kerjaan waktu itu …. kok yo gelem2e ngono …
Karena satu regu pesertanya cukup banyak jadinya gabungan dengan beberapa kelompok/kelas…. Cak Edi “Pecel” Prayitno kalau nggak salah ikut juga, bener cak?
Pulang dari Mojokerto-Suroboyo aku mlbu RSU Madiun dan diinfus delapan belas botol karena kecapekan dan keracunan makanan …….
Iku mau memoriku tentang jegiatan jalan2, sing jenenge kesebut iso nambahi, ngurangi… bebas aja cak!
Soal kesenian genkku pernah melu lomba maca puisi (lali menang opo kalah, tempatnya di sma 3, puisine karangane Rendra judule lali?), manggung di beberapa acara, baik di sekolah maupun diluar). Biasanya sutradarane si Tengil Daniel dan aku kebagian “mixing” lagu2 latare. Dipentas ini nama Agus “Marni” Budi mulai bekibar karena perannya sebagai bencong Marni yang cukup sukses ….. aplaus kabeh cak.. plok!.. plok!
Kalau nggak salah bubar pentas di aula sma kita, Daniel disamperin anak2 stm yang tersinggung dengan cerita karangannya tentang anak stm naksir bencong Marni… untuk bisa damai …. Pissssman..pis. ada2 aja ya! Foto2 kegiatan ini sedang dalam proses pencarian ….. dadi urung iso crito sing akeh.
Ngomongi panggonan nggo nongkrong (bahasane ngaco!), biasanya kita2 nongkrong dirumah Loka (biasanya sore-malam) dan dirumah Dimix jl Mundu 22 (malam- pagi, kalau malam libur/minggu). Pada suatu hari minggu, kita mau ngumpul2 di rumah Dimix…. setelah nyamperin Sunu dan Marni ….. diperempatan jalan serayu ….. gedubraaaaak ……ngerti2 aku wis kleleran di jalan, motorku ringsek. Aku tabrakan karo sepeda motor juga dan karena sama2 merasa salah kita damai aja, dan karena luka2 cukup serius aku kemudian dibawa konco2 ke RSU. 27 tahun kemudian, aku ketemu Marni, sekarang di Pemkab Madiun, pertama2 sing ditakoke adalah …. Bagaimana tabraka itu terjadi? ….. he ….. he …. Yo lali cak wis 27 tahun.
Kelas telu aku di kelas 3p4, kumpul2 karo wong2 STW&Y (Sul…, Trio…., Widh……, Yus…..), yang waktu perpanjangan tahun ajaran kita jalan ke Malang dan sekitarnya (sebagian fotonya wis tak upload). Syukuran lulusan kita ngumpul2 dirumah Tjandra dan setahun kemudian kita masih sempat kumpul2 lagi di rumah Ida Sayuti . ……… Habis itu…. Blas nggak ono komunikasi secara kelas 3p4 lagi.
Sebagian konco2 3p4 iso ketemu maneh liyane babarblas nggak ketahuan rimba persilatannya….Contone : Tjandra - baru aktif komunikasi enam bulanan terkhir setelah aku dpt no hapene, Tri Sunu – kalau lewat rumah ortuku sering mampir dan nanya khabarku, Subekti – pernah ngajah anak+istri kerumah, khabar terakhir isterinya telah meninggal dunia sekitar 3 bln yl, Widhi “Jaran” Purnomo (anak Paron) – dulu seing ketemu di Semarang karena dia kerja di konsultan arsitek bareng2 koncoku, kabar terakhir dia domisili di Banjarnegara (Widhi, Anang, Totok dll + aku (cadangan) sempat mewakili lomba catur antar sekolah waktu sma, makanya dipanggil jaran karena hobi caturnya itu …..), Wiwik Sulistyowati (anak Ngawi) – ketemu waktu dia bekerja di Semarang, Triono TK – kontak lagi setelah aku dapat no telpone dari mas Agus di tahun 2006, Triloka – temen oomku di keagamaan ………
Yang lain hampir nggak pernah dengar beritanya lagi, apalgi ketemu….. dimana mereka ya… Sutowo ‘Oemeenk” (kayak Didier Drogba…), Yuli mBaben (dulu senang Manfred Mann Earth band)…Sur.. (nonton video dewasa pertama kali dirumahnya…. kalau Penthouse pertama dari Loka.. oleh2 kakaknya yang pelaut…) Yusron Hanif ( kita pernah nginep di rumahnya di Ngraho, Bojonegoro…..), M Ridwan (khabar terakhir di telkom..) Suheri “Gajah Lanang”…… Sunaryono…..Suharyoso….. Sigit…. Sigit “Wayang” …..Wahyu …..dll. Lho kok lanang kabeh to?
Wis semene disik, (iki pelampiasan jenuh ngurusi wong kok podo eker2an terus….) yang ada cerita boleh nyambung ….. biar KPK 81 jalan, karena :81….. masih ada!!!!!!
Sukses selalu,
Salam lapan satu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar